ajeng

SMAdaBO-prsetasi teman kita yang satu ini mamang luar biasa, dia bisa terbang keluar negeri dalam rangka membela tanah air dalam sebuah ajang bergengsi antar negara-negara Asia Tenggara. Ya, Rahajeng Eka Riyadlotun dialah Srikandi SMADA yang telah berprestasi dengan busur dan anak panahnya. Ajeng nama panggilan akrab cewek ini ternyata di balik kepolosan anak terdapat bakat yang luar bisa. Cewek berkulit hitam manis ini memang sangat pandai memainkan busur dan anak panah.

Kita patut berbangga memiliki seorang Rahajeng, nama depan atlet panahan yang prestasinya melejit, dan beberpa bulan terakhir sempat menjadi Headline News di berbagai media elektronik dan cetak tanah air, karena keberhasilnya menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia di tingkat Asia Tenggara.

Beberapa waktu lalu siswi kelas XI IA 4, Putri sulung pasangan Santono dan Siti Sunarti ini berhasil memijakkan kaki di dataran Singapura dalam ajang First South East Asia Archery Federation Junior Championship 2007

Wah… hebatnya! Gimana cerita cewek yang hobinya suka Nonton TV dan tidur ini bisa sampai ke negeri Merlion tersebut. ZZ berhasil menghimpun informasi mengenai aksi kehebohannya selama di Singapura.

Dua acungan jempol memang tidak cukup untuk menggambarkan kehebatan dia. First South East Asia Archery Federation (1st SEEAF) Junior Championship 2007, begitulah title event bergengsi yang disatroni Ajeng dalam ajang kejuaraan Panahan tingkat Asia Tenggara di Singapura. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 7 negara se- ASEAN dengan kualitas permainan bertaraf internasional dan persaingan yang ketat. Itulah yang menjadikan semangat ajeng Ajeng dan teman- teman dari Indonesia lainnya untuk semakin berjuang dengan penuh semangat agar bisa mengahrumkan Nama Indonesi di tingkat ASEAN .

Pada event ini Indonesia mengirimkan 10 wakilnya, untuk berlaga dan mengharumkan nama Indonesia. Dari kesepuluh waikil tersebut 4 diantaranya berasal dari Bojonegoro. Dari Bojonegoro 3 orang mengikuti kategori Cadet untuk umur 15 tahun ke bawah dan seorang lagi yaitu Ajeng mengikuti kategori Junior atau peserta umur 18 tahun ke bawah. Kemudian sisanya berasal dari Surabaya 4 orang, 3 putri dan seorang putra. Lainnya bersal dari Lamongan dan Jakarta masing- masing satu putra.

Ajeng dan rombongan dari bojonegoro di bawah official mbak Wulan dan Bu Nyoman diwajibkan mengikuti training di Surabaya sebelum berangkat ke Singapura. “Tujuan training di Surabaya adalah untuk melatih keakuratan dalam melesasatkan anak panah sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai,” tutur Ajeng saat ZZ menemuinya disela kesibukannya sekolah setelah usai ujian blok kemarin.
Akhirnya tepat tanggal 2 Mei 2007 Ajeng sudah harus angkat kaki dari Indonesiadan go to Singapura. Sebelum kejuaraan dimulai ada welcome party untuk menyambut para peserta di Singapura. Cewek berbintang Virgo ini baru mulai main tanggal 2 hingga 4 Mei 2007.
Latihan keras, penuh disiplin memang tidak mengecewakan di babak qualifikasi Junior Recurve Putri. Cewek yang punya motto “hitam Hitam siap takut…? Lantar sering kepanasan karena tiap hari harus latiah dan terkena sinar matahari ini berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia. Inilah prestasi yang sangat membanggakan bagi Ajeng, wlau hanya meraih medali Perak, sebab event ini tingkatnya ASEAN. Ajeng hanya kalah beberapa point saja dari lawannnya kontingen asal Malaysia yang berhasil menggondol juara I.

Di babak Olimpic Round Junior Recurve, Ajeng mendapat hasil yang kurang memuaskan. Ia hanya mampu nangkring di urutan ke 4 selisih 5 point dari tuan rumah Singapura. Bisa dimaklumi memang jarak tembaknya lumayan jauh mulai dari 40 m, 50 m, sampai 60 m. Secara teknis setiap peserta harus menguasai semua jarak tembak kemudian poin akan dijumlahkan.

Hasil yang diraih Indonesia lumayan memuaskan. Setelah hasil dan data dikumpulkan juara umum diraih oleh tuan rumah Singapura dan Indonesia yang diwakili oleh Ajeng dan kawan-kawan, berada di posisi kedua dengan patokan perolehan medali yang didapat.

Ada kesan dan pengalaman yang di dapat Ajeng selam menjadi atlit panahan. Ajeng mengawali karier panahan sejak kelas 2 smp, ajeng yang awalnya iseng, hanya ajakan temannya dan bahkan mendapat larangan dari orang tua ini kini mulai berjaya. Orang tua pun mulai memberi dukungan 100% hingga Ajeng mendapat kesempatan bertanding ke Singapura.

Ajeng juga menceritakan pengalaman singkatnya di Singapura bersama teman-teman. Saat itu dia pengin jalan- jalan ke Merlion (patung singa, red). “eh ternyata nyasar di Sentosa Island, “ candanya. Cewek kelahiran lampung pada 13 September 1990 ini sampai sempat berantem dengan sopir taksi juga. Selain itu ia juga membawa sejuta kenangan diantaranya mendapat kenalan dari berbagai Negara, jadi Ajeng pun pastinya bisa menggunakan bahasa Inggris (wah pinter dong, red), untuk komunikasi. Gadis yang beralamat di Jl. Mastrib Gg Buntu No. 4 ini pun bercerita pada ZZ soal makanan, katanya rasa makan disana itu hambar, ia hanya sering makan makanan model mie, nugget, sebab gak ada nasi. Terhitung selama disana Ajeng dan kawan-kawan hanya makan nasi 2 kali lho. Wah gak bisa dibayangkan yaaa…? ”Aku sampai kangen nasi pecel, “ ungkapnya dengan senyuman khasnya.

Untuk masalah kondisi alam di Singapura, ajeng bercerita bahwa disana tidak ada rumah pribadi yang ada rumah susun. Lingkungannya pun bersih banget karena jika ada yang buang sampah sembarangan dan meludah akan didenda, kayaknya ini juga perlu di contoh SMADA khususnya dan Indonesia umumnya. Sedang jalannya semua kayak jalan tol. Pengalaman Ajeng saat berkendara pun dia gak pernah terjebak macet dan gak pernah dengar bunyi klakson kendaraan.

Hal lain yang menyenangkan adalah ketemu dengan karakter orang di Negara lain dengan bentuk wajah, kulit tubuh dan berbagai hal yang berbeda. Berkenalan dengan orang luar pun gak gampang. Sampai- sampai ada yang salah paham gara- gara dia suka ngomong pakai bahasa Jawa, “aduh, piye-piye, yo wis” itu mejadikan orang slah sangka dan harus menjelaskannya sangat lama. Yang gak kalah menarik adalah Ajeng sempat berkenalan dengan cowok Thailand dan ketemu Rain, tokoh utama serial Full House.

Ketika pertandingan berlangsung dia sempat down karena kalah supporter, ”Singapura itu gila, jantungku sampai gak bisa dikendalikann karena saking banyaknya”, tutur ajeng sambil membayangkan kejadian di Singapura.

Untuk cindera mata Putri manis tiga bersaudara ini membawa oleh-oleh dari sana berupa gantungan kunci merlion dan foto- foto indah yang tak akan terlupakan. dan saat ini ajeng barusan pulang dari POP NAS, yang diselenggarakan di Kalimantan Timur di Samarinda. “Sukses terus dengan busur dan anak panah-mu yaa…  ajeng..?(untuk foto-foto lebih lengka ada di majalah ZIGZAG Edisi terbaru)

Diambil dari rubrik prestasi pelajar Majalah ZZ SMADABO

Profil:
Nama lenngkap : Rahajeng Eka Riyadlotun
Tempat : Lampung, 13 September 1990
Lamat Sekarang : Jl, Mastrib Gg Buntu No. 4
Nama Bapak : Santono
Ibuk ; Siti Sunarti
Jumalh saudara : 3
Anak ke : 1
Hobby : Nonton TV dan tidur
Zodiok : Virgo.
Mooto : Hitam siap takut…?
Tida hari tanpa berlaitih
Pendidikan:
TK : Al-Azar III di Lampung Lulus 1996
SD : SDN Gunung Pasir Jaya – Metro - Lampung Timur lulus 2002
SMP : SMP 5 Bojonegoro Lulus tahun 2005

Prestasi :
Selama di SD ranking 1 terus
SMP selalu 5 baesar di kelas
SMA Semester 1 kelas XI masuk 10 besar di kelas
Medali perak beregu putri Kejurnas antar club di Bojonegoro 2004
Medali Perunggu perorangan putrid POS PEDA di malang 2005
Medali Emas perorangan putri Kejurnas Indoor Di Yogyakarta 2006
Medali Perak perorangan putri Kejurnas Indoor Di Yogyakarta 2006
Medali Perunggu perorangan putridjarak 30 Meter Kejurnas Junir di Karanganyar 2006
Medali Perunggu perorangan jarak 40 meter putrid Kejurnas Junir di Karanganyar 2006
Medali Perak perorangan putri jarak 30 Meter POPDA di Malang 2006
Medali Perunggu perorangan putri jarak 40 Meter POPDA di Malang 2006
Medali Perak beregu putri jarak 40 Meter POPDA di Malang 2006
Medali Perak Firt South East Asia Archery Federation Junior Championship di Singapura 2007
Juara 4 Firt South East Asia Archery Federation Junior Championship di Singapura 2007
Medali Emas beregu putri Recurve di Kejurnas PPLP Jakarta 2007
Medali perak beregu putri Busur Perpani di Kejurnas PPLP Jakarta 2007
Juara 4 Busur Pernpani perorangan putrid jarak 30 Mdi Kejurnas PPLP Jakarta 2007
Juara 4 Busur Pernpani perorangan putrid Total Jarak di Kejurnas PPLP Jakarta 2007