Ada Content Local di Video Klip SMAdaBO

Posted by By at 5 December, at 14 : 06 PM Print

web-sotSMAdaBO-Inovasi pelajaran TIK dengan membuat karya digital berupa video klip yang dimotori Prawoto, Guru TIK SMAdaBO memasuki tahun ke-4 sejak 2007 silam. Dari tahun ke tahun semakin dirasakan manfaat dari pembuatan karya tersebut. Mereka -siswa SMAdaBO- semakin menikmati proses kreatif yang dijalani . Seperti tahun-tahun seblumnya, video klip yang di buat akan menjadi masterpiece siswa SMAdaBO yang telah menjalani proses KBM selam 3 tahun di sekolah ini.

Karya-karya tersebut akan bisa membangkitkan kenangan nostalgia setalah nanti pada saat siswa SMAdaBo lulus dari sekolah ini. Menurut Prawoto, setiap karya video klip harus memasukkan unsur SMAdaBO yang disymbolkan baju seragam putih-abu-abu. Hal ini dimaksudkan, jika karya ini ditonton setalah lulus sekolah, mereka akan masih bisa melihat gambarmereka sendiri yang menggunkan seragam SMA seperti saat masih duduk di Bangku sekolah. Unsur itulah yang di tekankan, sehingga karya video klip ini sekaligus menjadi album kenangan berupa gambar bergerak bagi siswa SMAdaBO. Tentunya akan sangat mengesankan dibanding album kenangan yang hanya berupa foto dan lembaran kertas.

Dalam karya video klip tahun ini, kontent lokal lebih di tekankan untuk memperindah karya. Pengambilan gambar akan memakai tempat-tempat wisata atau tempat lain yang menjadi icon kota Bojonegoro. Dengan sendirinya akan membatu memperkenalkan bojonegoro melalui media rekam. Pada saat Video klip hasil karya siswa SMAdaBO di upload di youtube.com semua orang bisa menikmati, secara otomatis content local Bojonegoro akan terpromosikan dengan sendirinya.

Pembuatan vidoe klip ini melibatkan kelas XII. Berdasarkan KTSP yang ada di SMAdaBO, pembuatan video klip dikembangkan dari pelajaran TIK pada materi Desain grafis yang kemudian di kembangkan menjadi Multimedia. Siswa SMAdaBO dituntut untuk bisa berkarya. “Mereka harus membuat karya jangan hanya menonton saja,” ungkap pria yang punya hobi fotografi ini.

Pembuatan video klip sudah dimulai awal bulan Nopember. Ada 21 kelompok yang akan meciptakan karya berdasarkan seleranya masing-masing. Pada minggu ke-2 Desember, mereka akan melakukan proses tranfer, pimindahan hasil shoting dari analog (kaset) menjadi file digital (.AVI) di komputer. Proses tranfer akan difasilitasi oleh sekolah. Selanjutnya proses editing akan dilaksanakan usai UAS semeter ganjil. Pihak sekolah  sangat mendukung program ini, terbukti dengan difasilitasi proses tranfer dan editing yang membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

“Yang terpenting dari karya ini adalah siswa SMAdaBO bisa menciptkan karya digital berupa video yang ia sukai. Mereka bisa melalui proses kreatif untuk menciptakan karya sehingga pada saatnya kuliah atau terjun di masyarakat kemampuan ini bisa memberikan nilai plus pada diri siswa,” tandas Prawoto mengakhiri wawancara dengan wartawan ZZ.

SMADA News Service

Related Posts

Leave a Reply

Connect