Memperingati Kartini, Bagaimana Seharusnya
Posted by By editor at 26 April, at 13 : 31 PM Print
SMAdaBO-21
April memang sudah berlalu, tapi buat SMAN 2 Bojonegoro tak begitu. Keberlaluan itu justru semakin
meningkatkan semangat siswa untuk merayakan Hari Kartini. Seluruh siswi memakai pakain kebaya ala Kartini,
sedangkan para siswa mengimbanginya dengan memakai pakaian bathik, beskap, blankon adat jawa.
Untuk menyemarakkan peringatan ini, bapak ibu guru juga memakai pakain ada jawa, Pak Jamil contohnya. Beliau menggunakan pakain adat kebesaran orang jawa timur, dengan beskap hitam dan blankon dikepala. Para ibu guru juga menggunkan kebaya kartini nan anggun. Menurut Humas SMAdaBO, “ini adalah cara kami memperingati kebesaran dan cita-cita luhur Raden Ajeng Kartini, selain itu siswa supaya tau dan bias menggunkan pakain adat jawa.” Selama ini seragam sekolah yang dipakai belum mampu memuat konten local, bahkan hamper tak ada seragam sekolahyang menggunakan konten jawa. Peringatan 21 April menjadi momentum untuk mengenalkan, menanamkan logal genius (kearifan local) lewat cara berbusana ala Indonesia (jawa) supaya tak hilang tergerus arus global dan budaya luar.
Sementara itu, Lely, siswa kelas XI IA3 mengaku sangat senang menggunkan pakain ala kartini, sebab ia bias narsis gaya jawa bersama teman-temannya. “Walaupun agak ribet, tapi aku suka, dan kecintaan kami semakin bertambah menjadi manusia jawa dengan tauladan RA. Kartini,” ungkapnya disela-sela bazaar yang digelar oleh OSIS SMAdaBO.
Selain menggunkan pakain jawa, peringatan utnuk sang emansipasi wanita Indonesia yang digelar SMAdaBO juga mengadakan bazaar, sebagai bentuk emansipasi wanita dalam bidang ekonomi. Pemilihan pasangan Putra/Putri Kartini menjadi puncak peringatan acara. Setiap kelas diwakili oleh satu siswa dan satu siswi untuk berlenggang dan berada dengan peserta dari kelas lain. Memberikan jawaban atas pertanyaan seputar emansipasi yang diberikan oleh juri. Pemilihan ajang semacam Putri Indonesia ini memang sudah biasa dibeberapa sekolah di Bojonegoro setiap tahunnya.
Kartini telah tumbuh membawa perubahan dalam cara berfikir dan emansipasi dieranya. Banyak orang secara ceremonial memperingati Hari Kartini, tapi tak banyak orang yang mau meneladani Kartini sebagaimana mestinya, bahkan membaca buku dan surat-surat tentang kartini pun jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Padahal pemikiran, ide dan gagasan serta cita-citanya tertuang disetiap kaliamat yang ia buat. (pra)
Related Posts
-
ZZ, Ikut Kupas Proses Kreatif 13 Perempuan
~ SMADA News Service
13 Feb, at 20 : 07 PM
-
Oldiest Strike Back, Lahirkan Juara
~ SMADA News Service
11 Jan, at 13 : 21 PM
-
Pendaftaran Siswa Baru SMAdaBO 2011
~ SMADA News Service
22 May, at 07 : 24 AM
-
Ada Content Local di Video Klip SMAdaBO
~ SMADA News Service
5 Dec, at 14 : 06 PM